Berikan Yg Terbaik...Meski Terabaikan
Adikku kemarin pulang dari sekolah, dari depan pintu kulihat dia berjalan tertunduk, tidak biasanya...
setelah mendekat kulihat matanya berkaca2 dengan senyum memaksa. Setelah kutanya kenapa dia tak bisa menahan untuk terus menyembunyikan dengan berpura-pura senyum.
Dia akhirnya memberanikan diri untuk bercerita, bahwa apa yg dia lakukan selalu dianggap rendah oleh teman-temannya, hingga dia berniat untuk tidak akan mengulangi apa yg membuat dirinya selalu dianggap rendah.
aku bertanya padanya, apa yg dia lakukan hingga teman-temannya beranggapan spt itu...
Ternyata dia hanya ingin setiap teman-temannya dapat menerima apa yg sdh dia berikan meski dengan hanya dibalas dengan senyuman, karena itulah yg terbaik yg dpt deberikan untuk teman-temannya memberikan yg terbaik apa yg bisa ia berikan.
Aku berkata...Tidak semua apa yg kita lakukan atau berikan bisa langsung bermanfaat disaat itu juga, mungkin temanmu akan merasakan manfaatnya dan tidak akan sempat berterimakasih langsung kepadamu disaat apa yg kamu lakukan atau berikan itu sangat bermanfaat bagi teman-temanmu.
Kamu lihat pohon mangga besar yg ada dikebun dibelakang rumah kita...? dulu kakak berfikir itu hanya sebuah biji mangga kotor/pelok yg dibawa kalelawar dan itu tak berarti apa-apa buat kakak dan orang dirumah ini, tapi kamu lihat hasilnya sekarang atas apa yg telah dilakukan kalelawar itu dulu...
Kamu bisa berteduh dibawahnya disaat cuaca sedang panas-panasnya, kamu bisa membuat ayunan dengan mengikat tali kebatang pohon mannga tersebut, dan keluarga kita juga tetangga dapat menikmati manisnya mangga yang ada dibelakang rumah kita...Itu berkat siapa ? dan kini kalelawar itu telah mewariskan sebuah pohon untuk dinikmati anak-anaknya disaat pohon itu berbuah.
mungkin buka hanya dibelakang rumah kita saja kalelawar itu menjatuhkan bijinya, jadi kalelawar itu sudah melakukan apa yg bisa dia lakukan, meski kalelawar itu tidak tahu manfaat dari yg dia lakukan dulu, setidaknya kakak berterimakasih pada kalelawar yg menjatuhkan pelok mangga dibelakang rumah kita.
Setelah mendengar apa yg aku katakan kini adikku memberikan senyuman tanpa keterpaksaan, dia mengerti apa yg aku maksud.
Adikku...Semoga kau menjadi bijak dihari kelak.
- Nova Fadhila's blog
- Login or register to post comments



